Tips menyiapkan desain cetak offset

Seringkali konsumen merasa kecewa gara-gara hasil cetakan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Ada banyak faktor yang menyebabkan cetakan kualitasnya menjadi buruk, bisa karena faktor perusahaan percetakan yang tidak handal, atau kesalahan konsumen sendiri. Kesalahan konsumen yang paling sering terjadi adalah tidak menyediakan desain dengan baik dan benar. Untuk mengatasi itu, kali ini kami akan berbagi tips menyiapkan desain cetak offset.

Di tips menyiapkan desain cetak offset ini kami akan paparkan poin-poin apa saja yang perlu Anda perhatikan agar cetakan Anda bisa berkualitas, yaitu:

1. Resolusi: Resolusi adalah hal pertama yang perlu Anda perhatikan dalam membuat desain cetakan. Ada hal yang perlu ketahui, perusahaan percetakan biasanya membutuhkan file dengan resolusi minimal 300 dpi (dot per inch). Jadi usahakan desain yang Anda berikan memiliki resolusi diatas 300 dpi. Jika resolusinya dibawah itu, maka jangan salahkan jika hasil cetakan akan menjadi tidak bagus.

2. Font huruf. Poin selanjutnya yang tidak boleh Anda lupakan adalah font huruf. Saat Anda membuat desain, usahakan untuk mengubah text (tulisan) dari font menjadi bitmap, path, atau vektor. Kenapa? Ini penting untuk menghindari font berubah ketika dicetak. Sebab tidak semua komputer yang ada di perusahaan cetak memiliki jenis font yang sama dengan desain Anda.

 

3. Area aman. Poin selanjutnya dari tips menyiapkan desain cetak offset adalah memperhatikan area aman. Apa itu area aman? Area aman (safety) adalah batas area aman untuk meletakan layout desain yang ingin konsumen tampilkan pada hasil cetakannya.

4. Area potong. Poin yang juga perlu konsumen perhatikan adalah area potong (trim) dari desain. Area potong merupakan area diluar area cetak (biasanya sepanjang 2 – 3 mm) yang nantinya akan terbuang jika hasil cetakan telah dipotong sesuai dengan garis potong.

5. Salah satu hal yang juga perlu Anda perhatikan adalah bleed. Bleed adalah gambar yang terpotong diluar area aman (dengan ukuran 3 – 5 mm keliling). Jadi usahakan agar desain Anda tidak berada dalam area ini, karena nanti akan terbuang. Saran kami, beri jarak sekitar 6 mm dari garis potong sehingga desain Anda akan tetep aman. Sebab, meski perusahaan cetak menggunakan mesin potong yang tingkat akurasinya tinggi, tapi itu tidak menjamin hasil potongan akan 100% sesuai dengan garis potong.

6. Di tips menyiapkan desain cetak offset yang baik, ukuran juga jadi poin yang harus Anda perhitungkan. Buatlah desain yang ukurannya sama persis dengan hasil jadinya (jadi perbandingannya 1:1). Pihak percetakan tidak akan merubah desain Anda kecuali atas seijin Anda karena ditakutkan hal tersebut bisa mempengaruhi hasil cetakan.

7. Poin selanjutnya yang perlu anda perhatikan dari desain Anda adalah penggunaan warna. Desain komputer biasanya menggunakan model warna RGB, sedangkan mesin cetak menggunakan model warna CMYK. Jadi, sebaiknya ubah desain Anda dari model warna RGB menjadi CMYK sebelum dicetak.

8. Penggunaan tinta hitam. Penggunaan tinta hitam yang sesuai juga jadi bahan pertimbangan dalam membuat Final Artwork. Untuk penggunaan warna hitam, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

– Rumus untuk tulisan hitam text kecil sbb: C=0, M=0, Y=0, K=100. Kenapa memakai rumus ini? Karena tulisan text kecil-kecil dan kalau misalkan tulisan hitamnya ada semua unsur CMYK misalkan C=40, M=40, Y=40, K=100, bisa ada kemungkinan warna tidak “register” atau tidak jelas, hal ini akibat ada pelat yang bergeser selama proses cetak, sehingga warna menjadi tidak solid. Alhasil, hasil cetak menjadi berbayang.

– Untuk warna hitam ngeblok, disarankan memakai rumus C=40, M=40, Y=40, K=100 rumus ini akan menghasilkan warna hitam solid

9. Penamaan file dan jenis file. Hal terakhir dari tips menyiapkan desain cetak offset adalah penamaan file dan jenis file desain Anda. Mungkin terdengar sepele, tapi ini sangat penting. Memberi nama file yang unik dan sesuai dengan spesifikasi hasil cetak Anda akan membantu proses cetak menjadi lebih efisien dan cepat. Untuk jenis file, desain sebaiknya disimpan dalam jenis file seperti .tif, atau .eps.

Nah, itu tadi tips menyiapkan desain cetak offset yang baik dan benar. Sudahkah desain Anda memenuhi kriteria diatas? percetakanfamous.com berharap dengan memperhatikan panduan desain ini, konsumen bisa mendapatkan hasil cetak yang berkualitas yang sesuai dengan keinginan Anda.

Facebookgoogle_plusFacebookgoogle_plus

Facebookgoogle_plusyoutubeinstagramFacebookgoogle_plusyoutubeinstagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *